Kursus Kamera Video #4 - White Balance, Focus, Exposure, Audio
Selasa, 25 November 2008 07:19:00
Dari judulnya anda pasti tahu bahwa pembahasan kali ini adalah mengenai White Balance, Focus, Exposure dan Audio. Tentu akan masuk ke bagian yang lebih sulit dari penggunaan kamera video yang baik dan benar. Langsung saja kita mulai pembelajaran kali ini. Tapi sebelumnya siapkan dulu secangkir kopi dan camilan.
White Balance
- White balance merupakan sebuah fungsi yang ada dalam sebuah kamera untuk menentukan warna dari obyek yang diambil adalah warna natural atau warna yang sebenarnya dengan memberikan referensi warna putih yang sesungguhnya.
- Jika kamera sudah tahu warna putih yang benar, maka kamera tersebut akan dapat menentukan warna yang lain dengan benar karena warna yang lain juga berpedoman pada warna putih.
- Pada kebanyakan kamera fungsi white balance ini dapat dilakukan dengan otomatis
- Dan biasanya akan menghasilkan gambar yang baik pula
- Namun jika white balance anda salah, maka gambar yang anda hasilkan akan cenderung oranye atau kebiru-biruan
Lalu bagaimanakah cara menggunakan white balance manual ?
- Arahkan kamera anda pada sebuah obyek berwarna putih yang tidak memantulkan cahaya seperti kertas putih atau yang lainnya sehingga obyek yang ditangkap semuanya berwarna putih saja
- Kemudian set fokus dan exposure, lalu tekan tombol "white balance"
- Kemudian akan terlihat beberapa indikator (biasanya 2 segitiga dan sebuah segi empat yang berkedip) pada viewfinder yang akan memberitahukan kepada anda ketika proses white balance sudah selesai dilakukan
- Anda harus melakukan setting white balance ini berulang-ulang, terutama jika kondisi cahaya berubah-ubah seperti ketika anda berada didalam ruangan kemudian berpindah ke luar ruangan.
Focus
- Untuk menggunakan autofokus sangat-sangat tidak dianjurkan
- Pada focal area ditentukan oleh kamera itu sendiri dan bukan kameramennya
- Yang pada kondisi kamera bergerak, maka akan memakan baterai yang lebih banyak
- Dan internal mic juga akan ikut merekam suara motor saat kamera bergerak
- Untuk manual fokus, biasanya terdapat sebuah knob putar didepan central lensa
- Dan untuk mendapatkan fokus yang bagus, ZOOM sedekat mungkin ke subyek yang akan anda fokuskan kemudian putar knob fokus kamera sampai gambarnya terlihat fokus dan tajam
- Lalu setelah itu ZOOM OUT sampai pada kondisi yang anda kehendaki
- Fokus maksimum akan didapatkan dengan menggunakan lensa wide yang memiliki aperture kecil dan cahaya yang banyak
Exposure
- Auto-exposure dapat digunakan sebagai panduan
- Jika anda tidak yakin dengan kondisi exposure kamera anda, maka anda bisa menggunakan auto exposure dan lihat exposure apa yang digunakan oleh kamera anda kemudian anda bisa kembali ke mode manual
- Buatlah perbandingan dari beberapa kamera mengenai kualitas gambar yang dihasilkan dari kamera tersebut
Back Light
- Saat anda mengambil gambar dengan back light yang besar seperti pada jendela atau anda mengambil gambar pada langit, kamera akan menyesuaikan exposure pada posisi back light kuat
- Pada beberapa kamera memiliki fasilitas "backlight" yang dapat mengatasi masalah ini.
- Untuk mengatur secara manual, putar iris sampai diperoleh gambar yang sesuai dengan obyek sebenarnya
- Ini akan dapat berarti bahwa background akan terlihat terlalu terang, namun itu lebih baik daripada obyeknya yang terlalu gelap
Audio
- Untuk mendapatkan audio yang baik dari hasil perekaman sebenarnya adalah sesuatu yang cukup sulit
- Apalagi yang anda gunakan adalah internal mikrofon yang terlalu peka sampai suara motor servo ZOOM, fokus dan lainnya ikut terekam
- Dimana hal itu sangat mengganggu pada saat proses pemutaran
- Untuk memperbaiki hal itu, gunakan eksternal kamera saat anda merekam
- Dan berhati-hatilah dengan suara angin, karena bahkan suara angin yang sangat kecil pun dapat merusak kualitas audio anda
- Pada beberapa kamera memang memiliki fasilitas "low cut filter" atau kadang-kadang disebut "wind-noise filter" atau kata-kata lain yang senada
- Fasilitas tersebut dapat membantu, namun cara terbaik adalah dengan menghalangi angin agar tidak merusak audio anda
- Anda dapat memakai buatan pabrik atau juga anda bisa membuatnya sendiri
- Gunakan juga headphone untuk memonitor audio anda pada saat melakukan perekaman
Mikrofon
- Belilah mikrofon yang memang ditujukan untuk kamera, walaupun biasanya jika anda membeli kamera mikrofon bawaan sudah ada didalamnya
- Usahakan sebelum anda membidik obyek untuk anda rekam, lakukan perekaman terlebih dahulu selama kurang lebih 10 detik sebagai WILDTRACK untuk menghindari jumping audio pada saat proses editing. Mikrofon cadioid atau mikrofon omni akan dapat melakukan hal itu dengan sangat baik.
- BOOM MIC adalah eksternal mikrofon yang dapat merekam dengan sangat baik walaupun dengan jarak yang cukup jauh
- Untuk Mikrofon cardioid ideal anda gunakan untuk perekaman individu atau percakapan kelompok antara 2-4 orang.
- Sedangkan mikrofon omnidireksional mikrofon yang sudah menjadi satu dalam kamera anda. Mikrofon ini memiliki arah perekaman memutar 360 derajat sehingga bagus untuk merekam suara umum namun sangat jelek jika digunakan untuk perekaman selektif
- SHOTGUN atau mikrofon unidirectional adalah mikrofon yang paling baik digunakan untuk perekaman dengan satu arah lurus dan jauh. Bagus untuk merekam obyek yang sulit untuk mendekat
- TIE CLIP MIC merupakan mic mini yang biasanya diletakkan atau dijepitkan pada kemeja orang yang akan direkam. Mikrofon ini memiliki 2 jenis yaitu :
- Dikontrol melalui kabel
- dikontrol dengan radio / wirelles
Dibaca : 3191 kali | 2 comments |
Read Comment